Rabu, 03 April 2013

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Salah satu sumber data kependudukan yang dianggap paling lengkap dan akurat adalah sensus. Akan tetapi sensusu dilakukan setiap 5 tahun sekali bahkan pada umumnya di negara sedang berkembang dilakukan 10 tahun sekali, sehingga tidak dapat memenuhi permintaan data secara mendesak untuk suatau keperluan tertentu.
Untuk tujuan perencanaan pembnagunan dan penilaian program, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah diperlukan data-data kependudukan tidak hanya besar/jumlahnya saja tetapi komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin serta karakteristik sosial ekonomi baik pada saat sekarang maupun untuk masa yang akan datang.
Untuk tujuan tersebut diperlukan teknik estimasi ataupun proyeksi jumlah penduduk dimasa mendatang beserta struktur umurnya.

B.     Rumusan  Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka masalah dalam makalah ini dirumuskan sebagai berikut:
1.      Apa kegunaan Proyeksi Penduduk ?
2.      Bagaimana jenis perkiraan penduduk ?
3.      Metode apa yang digunakan dalam proyeksi penduduk ?

C.    Tujuan penulisan
Dalam penulisan makalahu ini tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui kegunaan proyeksi penduduk.
2.      Untuk mengetahui jenis-jenis perkiraan penduduk.
3.      Untuk mengetahui metode-metode yang digunakan dalam proyeksi penduduk.

1
D.    Manfaat Penulisan
Ada pun manfaat dari makalah dan pembahasan dalam makalah ini adalah :
1.      Agar dapat mengerti dan memahami tentang makalah
2.      Agar memahami arti penting dalam pembahasan makalah ini yaitu,tentang proyeksi penduduk.




















2
BAB II
PEMBAHASAN
A.Kegunaan Proyeksi Penduduk
Pada masa dahulu, pemerintah tertarik pada population projection terutama untuk keperluan pajak atau keperluan mengetahui besarnya kekuatan negaranya.
Pada dekada akhir-akhir ini, pemerintah memerlukan proyeksi penduduk sehubungan dengan tanggung jawabnya untuk memperbaiki kondisi sosiol ekonomi dari rakyatnya melalui pembangunan yang terencana.
Mengingat semua rencana-rencana pembangunan, baik ekonomi maupun sosial, menyangkut pertimbangan tentang jumlah serta karekteristik dari pada penduduk dimasa mendatang, proyeksi mengenai jumlahserta struktur penduduk dianggap sebagai persyaratan minimum untuk proses perencanaan pembangunan:
1.      Di Bidang pangan : menentukan kebutuhan akan bahan pangan sesuai dengan gizi serta susunan penduduk menurut umur.
2.      Di bidang kesehatan : menentukan jumlah medis, dokter, obat-obatan tempat tidur di rumah sakit-rumah sakit yang diperlukan selama periode proyeksi.
3.      Di bidang Tenaga Kerja : menentukan jumlah angkatan kerja, penyediaan lapangan kerja yang erat hubunganya dengan proyeksi tentang kemungkinan perencanaan untuk memperhitungkan perubahan tingkat pendidikan, skilled dan pengalaman dari tenaga kerja.
4.      Di bidang Pendidikan : proyeksi penduduk dipakai sebagai dasar untuk memperkirakan jumlah penduduk usia sekolah, jumlah murid, jumlah guru gedung-gedung sekolah, pendidikan pada masa yang akan datang.
5.      Di bidang Produksi Barang dan Jasa : Dengan proyeksi angkatan kerja dalam hubunganya dengan data mengenai produktivitas merupakan dasar estimasi produksi barang-barang dan jasa dimasa mendatang


3
Jadi penggunaan proyeksi penduduk tersebut diatas dapat digunakan untuk 2 macam perencanaan :
                                                       I.            Perencanaan yang tujuannya untuk menyediakan jasa sebagai response terhadap penduduk yang sudah diproyeksi tersebut.
                                                    II.            Perencanaan yang tujuannya untuk merubah trend penduduk menuju ke perkembangan demografi sosial dan ekonomi.


.
B.Jenis perkiraan penduduk
Ada pun jenis-jenis perkiraan penduduk yaitu :
1.      Intercensal disebut pula interpolasi adalah suatu perkiraan mengenai
keadaan penduduk diantara 2 sensus yang kita ketahui, jadi hasil kedua sensus diperhitung kan.

Rumus:
Pm  = Po+

Pm =Pn
Di mana:
Po        = jumlah penduduk pada tahun n
Pn        = jumlah penduduk pada tahun ( penduduk dasar ) awal
Pm       = jumlah penduduk pada tahun yang diestimasikan ( tahun M )
m         = selisih tahun yang dicari dengan tahun awal
n          = selisih tahun dari 2 sensus yang diketahui



4
2.      Postecensal estimated
Adalah perkiraan mengenai penduduk seseudah census. Prinsipnya juga sama, yaitu pertambahan penduduk adalah linear.

Rumus:
Pm       = Po –  (Pn-Po)
Pm       = Pn +
Dimana:
Po        = jumlah penduduk dasar (tahun awal)
Pn        = jumlah penduduk pada tahun n
Pm       = jumlah penduduk pada tahun yang diestimasikan (tahun m)
m         = selisih tahun yang dicari dengan tahun n
n          = selisih tahun dari 2 sensus yang diketahui

3.      Projection
Perkiraan pendudukan berdasarkan sensus (biasanya sensus terakhir).Disini perkirakan penduduk tidak hanya beberapa tahun sesudah sensus tetapi mungkin sampai beberapa puluh tahun sesudah sensus.
Proyeksi penduduk menurut Multilingual Demographic Dictionary adalah:
Perhitungan yang menunjukan keadaan fertilitas, mortalitas dan migrasi dimasa yang akan datang. Jadi proyeksi pendudukan menggunakan beberapa asumsi-asumsi sehungga jumlah penduduk yang akan datang adalah x kalau fertilitas, mortalitas dan migrasi berapa pada tingkat tertentu.



5

Proyeksi dapat dilakukan :
Sesudah sensus disebut forward projection
Sebelum sensus disebut backward projection
Selanjutnya perlu dibedakan antara proyeksi, forecast dan estimate.
Proyeksi adalah perhitungan yang menunjukan keadaan fertilitas, mortalitas dan migrasi dimasa yang akan datang.
Forecast adalah suatu proyeksi dimana asumsi yang dibuat diusahakan sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu gambaran yang realistis mengenai kemungkinan perkembangan pendudukan dimasa mendatang.
Estimate adalah suatu perkiraan berdasarkan ketentuan dan rumus-rumus sederhana.

C.Metode Yang Digunakan dalam  Proyeksi Penduduk
I.Mathematical method
Pada matematical method digunakan kalau kita tidak mengetahui data tentang komponen pertumbuhan penduduk, di sisni dianggap yang digunakan hanyalah penduduk keseluruhan.
Dalam mathemagtical method kita dapat menggunakan perumusan matematika dan yang paling sederhana adalah :
a)      Linear dengan cara arithmetic dan geometric
b)      Non linear antara lain exponential
Arithmetic rate of growth
Pertumbuhan penduduk secara arithmat adalah pertumbuhan penduduk dengan jumlah (absolut number) adalah sama setiap tahun.

Rumus : Pn =Po (1+ m)

6
Di mana:
Pn        = jumlah penduduk pada tahun n
Po        =jumlah penduduk pada tahun awal (dasar)
r           =angka pertumbuhan penduduk
n          =periode waktu dalam tahun

Geometric rate of growth
Pertumbuhan penduduk secara geometric adalah pertumbuhan penduduk yang menggunakan dasar bunga berbunga. Jadi pertumbuhan penduduk di mana angka pertumbuhan  adalah sama untuk setiap tahun.
Rumus : Pn      = Po
Dimana
Pn        = jumlah penduduk pada tahun n
Po        = jumlah penduduk pada tahun awal
r           =angka pertumbuhan penduduk
n          =jangka dalam waktu

Exponential rate of grow
Pertumbuhan penduduk secara terus menerus setiap hari dengan angka pertumbuhan yang konstan.
Rumus: Pn = Po  atau Pt = Po
Dimana:
Pn atau Pt        = jumlah penduduk pada tahun n atau t
Po                    = jumlah penduduk pada tahun awal
r                       = angka petumbuhan penduduk
7
n atau t            = waktu dalam tahun
e                      = bilangan pokok dari sistem logarima natural yang besarnya sama               dengan 2,7182818

II. Metode Komponen
Untuk memproyeksikan jumlah penduduk pada waktu yang akan datang dalam jangka waktu relatif pendek dapat dilakukan baik dengan menggunakan metode matematika maupun metoda komponen karena hasil secara total ( jumlah penduduk keseluruhan ) hampir tak ada perbedaan. Akan tetapi apabila proyeksi penduduk dalam jangka yang lebih panjang ( lebih dari lima tahun ) maka perbedaan hasil proyeksi makin berarti.
Terutama kalau terjadi perubahan tingkat kelahiran, tingkat kematian, timgkat migrasi dan penggunaan metoda matematika kurang mensukseskan.
Oleh karena itu metoda komponen lebih banyak digunakan karena metode komponen mencangkup determinan-determinan pertumbuhan penduduk.
  Kebaikannya:
-          Memperhatikan perubahan tiap-tiap komponen dalam pertumbuhan penduduk, yaitu Fertilitas, Mortalitas dan Migrasi.
-          Di dalam metoda ini kita mulai dengan asumsi – asumsi Mortalitas, Fertilitasi, dan Migrasi.
Data-data yang diperlukan.
Sebelum memulai pembuatan proyeksi kita memerlukan data sebagai berikut:
1.      Distribusi penduduk menurut umur dan jenis kelamin yang telah dilakukan prorating dan adjustment.
2.      Menentukan level of mortality suautu  penduduk tertentu.
3.      Mengestimasikan pola fertilitasi (ASFR)
4.      Menetukan rasio jenis kelamin saat lahir ( ratio atbirth )
5.      Menentukanpola migrasi ( proporsi migrasi menurut umur )


8
          ii
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
           Proyeksi penduduk di perlukan pemerintah untuk memproyeksikan penduduk yang sesuai dengan tanggung jawabnya untuk memperbaiki kondisi sosial ekonomi dari rakyat melalui pembangunan yang terencana.
Proyeksi penduduk dapat di gunakan untuk,perencanaan yang tujuan nya untuk menyediakan jasa sebagai respon terhadap penduduk yang sudah di proyeksi kan,perencanaan yang tujuannya untuk merubah trend penduduk menuju ke perkembangan demografi sosial dan Ekonomi.
                      Untuk memproyeksi kan jumlah penduduk pada waktu yang akan datang dalam jangka waktu yang relatif pendek dapat di lakukan baik dengan menggunakan metode matematik maupun metode komponen karena hasil secara total hampir tak ada perbedaan.

B.Saran
 Ada pun yang menjadi saran dari isi pembahasan makalah ini adalah :
1.      Di harapkan kepada Pemerintah untuk selalu teliti dan aktif dalam memproyeksikan proyeksi penduduk,demi memperbaiki kondisi sosial Ekonomi masyarakat.
2.      Di harapkan kepada Pemerintah untuk melakukan sensus penduduk sesuai dengan ketentuan yang telah di bentuk agar dapat memenuhi permintaan secara efesien dalam keperluan suatu Negara oleh pemerintah.






9
DAFTAR PUSTAKA

Barclay, George W., Techniques of Population Analysis, New York: John Wiley        &Sons, 1970.
Gavin W.Jones, “What Do Know About the Labour Force in Indonesia”. Department of Commerce Bureau of the Census 1974 hal 11.
Shryock and Siegel,The Metods and Materials of Demografhy, Vol. 2, U.S. Department of Commerce Bureau of the Census 1971.
Sinha UP, Complete Life Table Based on Coale and Demeny Model (West) Life Table, Bombai,1972.
United Nations,  Methods for Population Projection by Sex and Age . Manual III. Population Studies No. 25 U.N Department of Econimic and Social . Affairs New York, 1952.
United Nations, Methods of Projection the Economically Active Population. Manual IV. Population Studies, No. 46 U.N Department of Economic and Sosial Affairs New York, 1971
                           










        10
TUGAS KELOMPOK
PROYEKSI PENDUDUK
Dosen: Paiman ,Spd,Mpd.
Mata Kuliah: Demografi
DISUSUN
OLEH
Beri Gunawan                         (231100268)
Arif Suwanto                          (231100183)
Lorensus Beryy                       (231100298)
Betariya                                   (231100293)
Umi Kalsum                            (231100299)
Kelas                                       A (sore)
Semester                                  2 (genap)
Prodi                                       Geografi
                                   
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
(STKIP-PGRI) PONTIANAK
2011/2012














1 komentar:

  1. Best 8 Casinos Near Bryson City, Bryson City - Mapyro
    See 태백 출장마사지 8 Casinos Near Bryson City, 남양주 출장마사지 Bryson 당진 출장안마 City, 당진 출장샵 Bryson City, Bryson City, 구미 출장안마 With this in mind, I want to use the map to make my way into the area

    BalasHapus